SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH KOTA PALEMBANG   SAMPAIKAN KRITIK, SARAN DAN KOMENTAR TENTANG PEMBANGUNAN DI KOTA PALEMBANG,EMAIL : KOMPLAIN.PALEMBANG@YAHOO.CO.ID. DAN KIRIM SMS : CARANYA KETIK : "PLG PESAN", KIRIM KE 0887-85168800 (DAPAT DIAKSES DARI SEMUA OPERATOR GSM/CDMA)    MARI BERSAMA WUJUDKAN PALEMBANG EMAS 2013-2018  
 
 
 

Waktu Palembang

 
 

Jadwal Sholat

Palembang
Imsak04:25 WIB
Subuh04:35 WIB
Syuruq05:49 WIB
Dzuhur11:55 WIB
Ashar15:02 WIB
Maghrib17:59 WIB
Isya19:06 WIB
2°59'LS, 104°47'BT
Ketinggian : 10 m
Arah kiblat : 65°27' (U-B)
 
 

Kalender

SEPTEMBER 2014
S S R K J S M
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
             
 
 

Pengunjung

Tahun ini257469
Bulan ini21979
Hari ini506
Online2
1198541
Sejak : 03/11/2009
 

Portal Nasional Republik Indonesia

Departemen Dalam Negeri RI

Bappenas

Departemen Komunikasi & Informatika RI

Provinsi Sumatera Selatan

Visit Indonesia 2009

KPPT

LPSE KOTA PALEMBANG

 

Telepon Penting

Kebakaran113, 312011
Ambulans118
Polisi110
SAR355111
RSMH354088
 
 

Jajak Pendapat

Sejutukah anda bila beberapa trayek angkutan yang ada di Kota Palembang di hapuskan ?
Setuju
Tidak Setuju
Tidak Tahu
 
 

Beranda > Semen Baturaja

Semen Baturaja

Pada awal tahun 1973, guna menunjang pengembangan industri semen dalam negeri, maka Direktorat Geologi, Dirjen Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan Republik Indonesia melakukan penelitian atas deposit (kandungan bahan galian batu-batuan) di daerah Airlaya Dusun Sukajadi Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut :

  1. Terdapatnya cadangan batu kapur (lime stone) yang cukup untuk produksi selama kurang lebih 30 tahun dengan cadangan kurang lebih 38.250.000 m/ton bahan kapur.
  2. Terdapat cadangan tanah liat (clay shale) seluas kurang lebih 2.115 hektar, dengan cadangan kurang lebih 22.672.000 m/ton.
  3. Berdasarkan survey lanjutan dari kantor Wilayah Pertambangan Propinsi Sumatera Selatan tahun 1981, ditemukan sejumlah cadangan batu kapur sebesar kurang lebih 50.458.000 m/ton.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa daerah ini mengandung deposit bahan galian batu kapur (lime stone) dan tanah liat (clay shale) yang sangat potensial untuk mendirikan pabrik semen.

Sebagai kelanjutan dari survey tersebut, maka pada tahun yang sama disusunlah sebuah studi kelayakan (feasibility study) oleh PT. Semen Padang untuk mendirikan pabrik semen dengan rencana kapasitas terpasang (design capacity) sebesar 500.000 ton semen per tahun. Pabrik ini kemudian dikenal dengan nama PT. Semen Baturaja.

Pada tahun 1974, Bank Pembangunan Asia (asian Development Bank) mengadakan kunjungan ke PT. Semen Baturaja dengan tujuan membicarakan pembiayaan proyek pabrik PT. Semen Baturaja, yang kemudian dilanjutkan dengan menyusun penaksiran proyek.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan proyek tersebut, telah dilakukan beberapa hal sebagai berikut ini :

  1. Pelaksanaan dalam bidang perizinan / fasilitas, antara lain :
    • Pendirian proyek PT. Semen Baturaja berdasarkan akte notaries No. 34 tanggal 14 November 1974 dihadapan notaries Jony Frederik Bethold Timbelaka Sinyal yang berkedudukan di Jakarta dan akte perubahan no. 49 tanggal 21 November 1974 dengan notaris yang sama.
    • Pengesahan dari Departemen Kehakiman RI No.YA.5/442/18 tanggal 22 November 1974.
    • Terdaftar di kantor Panitera Pengadilan Negeri Propinsi Sumatera Selatan No. 337 tanggal 22 November 1974.
    • Diumumkan dalam tambahan Berita Negara RI No.2 tanggal 7 Januari 1975 dengan pemegang saham :
      - PT. Semen Padang (Persero) sebesar 55%.
      - PT. Semen Gresik (Persero) sebesar 45%.
    • PT. Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan akte notaries Hadi Moentoro, SH. No. 12 tanggal 19 Agustus 1980.
  2. Pelaksanaan fisik pembangunan proyek dilakukan pada bulan Juni 1978 dengan kontraktor utama (Main Contractor) Ishikawajima Harima Heavy Industries (IHHI) Jepang.

  3. Operasi komersial pabrik dimulai pada tanggal 1 Juni 1981.
  4. Pendirian Perusahaan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan antara lain:
    1. Prospek pemasaran di Sumatera Selatan mendukung untuk pendirian sebuah pabrik.
    2. Kebutuhan semen daerah Sumbagsel pada saat itu akan dapat terpenuhi dengan mendirikan pabrik semen yang berkapasitas 500.000 ton/tahun.
    3. Cadangan bahan baku yang ada cukup untuk produksi jangka panjang (lebih kurang 75 tahun).

    Central Control Room 1980 s/d 2000
    Dikarenakan dana yang tersedia baik dari PT. Semen Padang maupun PT. Semen Gresik belum mencukupi untuk pembangunan proyek tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia merasa perlu untuk turut serta sebagai salah satu pemegang saham dan merupakan pemegang saham terbesar.

    Dana untuk membiayai pembangunan pabrik Semen Baturaja ini diperoleh dari dalam negeri dan luar negeri, yaitu diantaranya :
    1. Pinjaman dari dalam negeri yang diperoleh dari gabungan (konsorsium) bank-bank Pemerintah, antara lain :
      • Bank Dagang Negara (BDN)
      • Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
      • Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 1946)
    2. Pinjaman dari luar negeri, antara lain :
      • Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank)
      • Bank Export Import Jepang (Japan Exim Bank)
    Pembangunan fisik pabrik Semen Baturaja dimulai pada bulan Juni tahun 1978 yang dilaksanakan oleh kontraktor dari Jerman dan Jepang , yaitu :
    1. Dyckerhoff Zement Werke AG sebagai Consulting Service Contractor
    2. Ishikawajima Harima Heavy Industries (IHH) sebagai Main Contractor
    3. Kawasaki Co. Ltd. Sebagai Sub Contractor
    Studi kelayakan pendirian pabrik Semen Baturaja dimulai tahun 1974 namun pembangunan secara fisik pabrik ini baru dimulai tahun 1978 dan memakan waktu kira-kira 29,5 bulan dengan berlokasi ditiga tempat, yaitu :
    1. Desa Sukajadi, Baturaja
      Lokasi ini merupakan lokasi unit pabrik terak (Clinker Plant Unit), yang mengolah bahan menjadi bahan setengah jadi berupa terak yang nantinya diangkut dengan kereta api ke Palembang untuk diproses lebih lanjut menjadi semen. Dan semenjak akhir tahun 2000, setelah melakukan peningkatan kapasitas dengan proyek Optimalisasi II (OPT II) juga menjadi pabrik penggilingan dan pengantongan (Grinding and Packing Plant Unit). Luas areal pabrik ini adalah 5.403.141 m2.

      Pabrik Baturaja Pasca Proyek OPT-II

    2. Kertapati, Palembang
      Lokasi ini merupakan lokasi unit pabrik penggilingan dan pengantongan (Grinding and Packing Plant Unit). Pada pabrik inilah barang setengah jadi (clinker) akan diolah hingga menjadi barang jadi (semen bungkus ataupun semen curah) dan siap untuk dipasarkan. Luas areal pabrik sebesar 43.141 m2.
      Di Palembang juga menjadi Kantor Pusat administrasi dan Dewan Direksi Berkedudukan

      Pabrik Palembang Dan Kantor Pusat

    3. Panjang, Lampung
      Lokasi ini merupakan lokasi unit pabrik penggilingan dan penggantongan (Grinding and Packing Plant Unit), sama seperti halnya pabrik Palembang. Selain fungsi diatas di pabrik Panjang ini juga terdapat pabrik / unit pembuatan kantong semen dengan total luas areal pabrik keseluruhan 40.000 m2.

      Pabrik Lampung & Unit Pembuatan Kantong
    Ketiga lokasi diatas terletak pada tempat yang berbeda-beda, hal ini didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut :
    1. Pertimbangan Umum
      Pertimbangan umum ini dimaksudkan dalam rangka pemerataan pembangunan secara menyeluruh, terpadu dan terarah.

    2. Pertimbangan Ekonomi
      Lokasi pembuatan terak dipilih di Baturaja atas dasar pertimbangan :
      • Tersedianya bahan mentah di lokasi pabrik sehingga biaya transportasi dapat ditekan.
      • Jarak yang relatif dekat dengan tambang batu bara, dimana batu bara tersebut dapat dijadikan sebagai bahan bakar utama disamping Industrial Oil Diesel (IDO) pada pembuatan terak.

      Lokasi penggilingan terak dan pengantongan semen dipilih di Palembang dan panjang atas dasar pertimbangan :
      • Dekat dengan daerah pemasaran.
      • Dekat dengan pusat sarana pengangkutan, baik untuk mengangkut hasil produksi maupun untuk mendatangkan bahan baku berupa terak
    3. Pertimbangan Sosial
      • Dapat membuka lapangan kerja guna mengurangi pengangguran
      • Meningkatkan kapasitas dalam sektor perhubungan terutama sektor perkereta-apian khususnya untuk eksploitasi Sumatera Selatan
    Lokasi di Palembang, disamping sebagai lokasi pabrik penggilingan dan pengantongan juga berkedudukan sebagai kantor pusat. Guna melancarkan dan memudahkan komunikasi antara PT. Semen Baturaja dengan instansi yang terkait di Pemerintahan, maka dibuka kantor perwakilan Jakarta.

sumber : http://www.semenbaturaja.co.id

Share


LPSE KOTA PALEMBANG KPPT Portal Nasional Republik Indonesia Bappenas Departemen Dalam Negeri RI Provinsi Sumatera Selatan
 
© 2011 Pemerintah Kota Palembang