Palembang - Ini kabar bagus bagi petani di Palembang. Pemerintah kota ini, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, akan memberikan bantuan 10 ribu polybag untuk mereka. Hal ini dikemukakan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, dalam acara tatap muka dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wilayah Balai Penyuluhan Pertanian Talang Betutu, di halaman UPTD BPP Wilayah Talang Betutu, Jalan BPP, RT 17 RW 05 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami, Kamis (9/2/2017).

 

Jumlah bantuan ini jauh lebih besar dibanding 2016 yang sebanyak 5 ribu polybag. Polybag itu akan disebar ke seluruh petani di Palembang melalui Gapoktan.

 

“10 ribu polybag tersebut nantinya bisa ditanami cabai atau tanaman lain. Bisa tanam di pekarangan. Cabai harganya tinggi,” ujar Fitrianti.

Ia menyebut bantuan pemerintah ini salah satu upaya mewujudkan Palembang kota swasembada pangan.

Fitrianti juga mengajak masyarakat memanfaatkan sungai secara optimal. Palembang kota sungai, banyak potensi yang dapat dikembangkan dari sumber daya alam ini.

“Sungai bisa bermanfaat, dikelola menjadi keramba-keramba ikan seperti di daerah-daerah lain. Pempek itu berbahan ikan gabus dan ikan belida. Dengan budidaya ikan gabus dan ikan belida, artinya kita ikut melestarikan sungai, yang bisa dinikmati generasi berikutnya,” kata Fitrianti.

Dalam kesempatan itu, Fitri mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menghargai jasa petani.

“Jangan pernah lupa dengan petani dan peternak. Sudah saya tunggu kesempatan ini. Kapan saya  bisa bertatap muka dan berdialog langsung. Kalian para petani dan peternak adalah orang-orang yang berjasa,” ujar Fitrianti.

“Kita harus memperhatikan mereka. Petani dan peternak harus sejahtera, sesuai dengan misi kita Palembang Elok, Madani, Aman dan sejahtera (EMAS),” kata Fitrianti pula.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Adiansyah, mengatakan, Palembang bukan terkenal dengan kota pertanian, tapi bagaimana lahan yang sempit bisa di manfaatkan sehingga Palembang menjadi kota swasembada pangan.

“Kalau ibu-ibu dan bapak-bapak kreatif, di depan rumah ada 10 batang cabai sudah lumayan. Satu batang saja bisa mengasilkan banyak buah. Saat cabai mahal ibu-ibu tidak bingung lagi.”

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Harrey Hadi, menyebutkan di kota ini ada empat UPTD BPP, yakni wilayah Talang Betutu, wilayah Sekojo, wilayah Seberang Ulu, dan wilayah  Gandus.
Dari keseluruhan UPTD UPP tersebut, terdapat 50 tenaga penyuluh, 29 Gapoktan dan 414 kelompok tani.

Adapun para petani tersebut, menanam berbagai jenis sayuran, palawija, buah-buahan, padi dan peternakan ayam, kambing, sapi, dan lain-lain.

“Contoh di Talang Betutu ada peternakan kambing etawa yang diambil dagingnya. Ke depan bukan saja daging namun susunya juga, dan ayam buras kampung bibit unggul dapat dipanen dalam waktu 2 bulan, sedangkan di Sukajaya ada perternakan sapi potong,” Hadi menerangkan.

Ketua Gapoktan Sukajaya, Mat Rabu, mengharapkan bantuan dari pemerintah bibit cabai dan ayam buras kampung bibit unggul.

“Kalau bisa kami minta bantuan bibit cabai. Harga cabai mahal ibu-ibu pada ngeluh.  Dan kami juga meminta bantuan bibit ayam buras kampung bibit unggul seperti di Talang Betutu, karena kami berlimpah untuk pakannya,” kata Mat Rabu.

Di tempat yang sama, Wawako Fitrianti dan rombongan juga meninjau hasil panen petani. Di antaranya buah pisang, kelengkeng, pepaya, jambu. (*)