Palembang - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, Kamis (9/2/2017) siang di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus menjenguk K, (10 tahun). Fitrianti disambut ibu, kakak dan sejumlah tetangga K di rumah kontrakan kayu itu. Kondisi rumah kecil dan cukup memprihatinkan. “Tadi (Wawako Fitrianti, red) ngomong jangan main jauh-jauh. Terus, jangan main dengan orang yang aneh-aneh,” ujar K, saat penulis bincangi di rumahnya, setelah Wawako Fitrianti dan rombongan pulang.

K tak banyak ngomong. Ia bicara lambat, tapi lancar. Saat dibincangi matanya memandang lurus ke depan. Lantas menunduk.

“Sekarang pelakunya sudah ditangkap, di Sekta. Memang (pelaku, red) ada kelainan,” kata seorang ibu yang merahasiakan namanya saat ditanya.

K adalah korban kekerasan seksual. Ia korban sodomi.

Kasus ini membuat prihatin Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda. Perempuan berjilbab ini berharap betul tidak ada lagi kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Stop…stop…stop ya, jangan ada lagi. Karena ini akan menjadi trauma di masa depannya. Ini menjadi tangging jawab instansi terkait dan masyarakat. Jangan kita cuek dengan tetangga, kasihan anak-anak kita yang menjadi korban,” ujar Fitrianti.

Ia memerintahkan jajarannya melakukan pengawasan yang melibatkan RT dan RW. Kepada warga sekitar, Fitrianti mengimbau agar saling peduli dan menjaga.

“Peduli bukan berarti cerudik (terus ingin tahu, red) dengan urusan tetangga. Jadi jangan takut. Jika didiamkan, maka kedepan anak-anak kita yang akan menjadi korban,” ujar Fitrianti.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palembang, M Tabrani, mengatakan, kasus ini menjadi perhatian pihaknya.

“Kami akan rutin melakukan pengawasan bersama KPAID Kota Palembang, dan juga berkoordinasi dengan kepolisian,” kata Tabrani.

Selain itu, akan dilakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT. “Kita libatkan masyarakat dan perangkat kelurahan,” ujar Tabrani. (*)