Palembang - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia mengingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Kementerian Kesehatan, kata Letizia, memprogramkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GEMAS). Antara lain melalui senam, menimbang bayi, mengunakan jamban, cuci tangan pakai sabun.

“Untuk senam dilakukan minimal 30 menit seminggu sekali. Kalau sudah rutin bisa setiap hari itu lebih baik,” kata Letizia dalam sambutannya, di acara peringatan HUT ke-10  Klub Jantung Sehat (KJS) Melati Putih, Lorong Tirto Mulyo, RT 09 RW 02, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Rabu (15/2/22017).

KJS juga menyelenggarakan Posyandu untuk balita dan lansia. Hal ini menurut Letizia sejalan dengan program GEMAS.

Posyadu, untuk balita atau Posyandu lansia, dikatakan Letizia merupakan kegiatan masyarakat dan untuk masyarakat. Posyandu bukan milik puskesmas atau Dinas Kesehatan tetapi milik bersama.

Sedangkan tugas puskesmas tidak sebatas mengobati, namun juga melakukan sosialisasi dan pencegahan.

"Kami mendata masyarakat yang sakit, kalau ada kasus kesehatan, seperti hidrosefalus, kekurangan gizii, TBC, DBD, tolong laporkan dengan puskesmas. Di Palembang ada 41 Puskesmas dan 70 Puskemas Pembantu yang siap melayani," Letizia menyebutkan.

Dia pun menghimbau masyarakat  untuk melakukan gotong royong kebersihan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Wali Kota Palembang, Harnojoyo dan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda setiap minggu.

"Sudah belum Pak Wali gotong royong ke sini? Kalau belum bisa diusulkan. Apalagi ini musim penghujan, rawan DBD. Kita semua harus manjaga kebersihan lingkungan,” ujar Letizia.

“Masa bertelur nyamuk DBD dan tumbuh dewasa itu cepat, hanya 9 hari. Kalau bak air, atau tempat air tergenang, tidak dibersihkan, tidak dibuang airnya, akan menjadi sarang nyamuk penyebab DBD,” Letizia mengatakan.

Ia melanjutkan, selama ini masyarakat selalu minta fogging (pengasapan). Padahal, kata Letizia, fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentiknya masih hidup. Yang tepat adalah 3 M, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang.

“Sebenarnya orang tua kita dulu sudah mengajarkan untuk tidur pakai kelambu. Sekarang kita galakkan kembali. Kalau pakai obat nyamuk, racun yang kita hirup, bukan saja nyamuk yang mati bisa-bisa kita juga. Untuk air di bak bisa dikasih bubuk abate, atau ikan tempalo. Ini beberapa upaya mengantisipasi DBD,.” Letizia menerangkan.

Ketua KJS Melati Putih, Hj Nurbaya, mengatakan, senam jantung bermanfaat melancarkan aliran darah, sehingga pembuluh darah dan jantung dapat terawat baik.  

Pembuluh darah yang sehat, membuat kerja jantung jadi optimal. Gerakan senam jantung  disusun dengan mengutamakan jantung, gerak otot dan sendi, sehingga dapat memompa oksigen.

Nurbaya pun mengingatkan seluruh keluarga besar KJS Melati Putih untuk disiplin, agar manfaat senam diperoleh secara maksimal.

“Mari kita gerakkan perilaku hidup sehat dengan senam. Yang belum senam, ayo kabung dengan KJS Melati Putih,” ujar Nurbaya. (*)