Palembang - Pemerintah Kota Palembang akan membedah rumah Lina Herlina, 44 tahun dan adiknya Novita. “Rumah ini sudah sangat tidak layak, tertiup angin saja bisa roboh, sangat berbahaya sekali. Kita akan segera bangun baru. Kita bedah melalui program Baznas Pemkot Palembang,” ujar Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, saat mengunjungi rumah Herlina, di Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 24, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II, Selasa (14/2/2017).

Fitrianti mengaku dapat laporan soal ini dari warga dan pejabat kelurahan setempat. Karena itu, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Palembang, didampingi pengurus Baznas dan instansi terkait, wanita berjilbab ini langsung bertolak ke rumah Herlina.

Kondisi rumah Herlina dan Novita memang memprihatinkan. Rumah kayu itu nampak rapuh. Mayoritas dinding rumah miring. Pintu depan bahkan tidak bisa menutup rapat.

Wawako Fitrianti berjanji dalam sepekan ini rumah tersebut akan dibedah.

“Kita sudah koordinasi dengan Baznas, lurah dan camat. Serta nanti kita minta bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum. Insya Allah minggu ini sudah bisa dibangun.”

Selama rumah dibedah, Herlina dan Novita akan menumpang di rumah tetangganya. Wawako Fitrianti juga menawari Herlina pekerjaan. Tapi yang bersangkutan keberatan. Alasanya tidak bisa meninggalkan adiknya.

“Novita itu mengalami keterbelakangan mental. Karena itu, setelah ngobrol dengan ibu Herlina, saya minta rumah ini dibangun dilengkapi dengan warung kecil di depan. Supaya ibu Herlina bisa jualan dan bisa terus menemani adiknya. Semoga bantuan ini bermanfaat,” kata Fitrianti.

Tak ada yang kalimat panjang lebar dari Herlina. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemkot Palembang.

“Terima kasih Ibu Wawako. Inilah yang kami harapkan. Bisa diperbaiki rumah kami,” ujar perempuan kurus ini.

Herlina mengatakan sudah tinggal di rumah ini dengan adiknya sejak 1981. Selama itu, hingga sekarang, rumah belum pernah diperbaiki. Biaya tidak ada. Sehari-hari Lina berjualan jajanan anak-anak. Dengan penghasilan sekitar Rp 25 ribu per hari.

“Adik saya Novita juga perlu perhatian khusus. karena keterbelakangan mental. Saya tidak bisa pergi jauh-jauh meninggalkannya.”

Dua kakak beradik ini tak lagi punya orang tua. Ayah mereka meninggal tahun 2009, disusul sang ibu, setahun berselang.

Ketua RT 24, M Amin, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Palembang yang membantu warganya.

“Sudah lama kami mencemaskan mereka inil. Kalau hujan deras was-was. Kami warga selalu waspada melihat kondisi mereka, Alhamdulillah hari ini Ibu Wawako hadir langsung dan langsung memberikan solusi, terima kasih.” (*)