Palembang - Dinas Pariwisata Kota Palembang menaikan target kunjungan wisatawan. Hingga akhir tahun ini diharapkan tembus diangka 12.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 2.100.000 wisatawan nusantara (wisnus). Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani mengatakan target ini jauh lebih kecil di banding dengan daerah yang maju wisatanya, seperti Bali. Kalau target ini tercapai bisa kita naikkan lagi.

Dia pun optimis, mengigat Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Periwisata terus menata objek wisata di Palembang, terutama di daerah pesisir sungai Musi.

"Palembang terkenal dengan wisata sungai dan olahraga. Ada lima besar objek wisata andalam Palembang, yakni Benteng Kuto Besak (BKB) termasuk jembatan Ampera dan sekitarnya, Kampung Kapitan, Kampung Al-Munawar, Bukit Siguntang, Pulau Kemaro. Untuk destinasi wisata tambahan, diantaranya, Kawang Tengkurep, Kampung Firma, Kampung Sungai Lumpur, Kampung Kain Tuan Kentang. Serta destinasi wisata olahraga, Palembang punya Jakabaring Sport City bertaraf internasional," sebutnya.

Dikatakan juga, biasanya wisatawan, terutama wisatawan mancanegara lebih suka dengan konsep home stay, karena itu ke depan ada wacana membuat home stay di tepian sungai Musi.

"Wisatawan bisa menginap, kumpul dengan keluarga atau teman, sambil minum kopi menikmati pemandangan sungai Musi. Ini sangat menarik," jelasnya.

Selain itu, perlu menambahan fasilitas pendukung di lokasi wisata. Antara lain, papan petunjung arah, gerbang, souvenir shop, parking area, WC umum, tempat ibadah, hingga pada keamanan. Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memajukan wisata Palembang.Termasuk merangkul masyarakat sekitar.

"Kalau di Bali ada istilah pecalang, di Palembang akan ada hulubalang sebagai tenaga keamanan yang kita rekrutment dari masyarakat sekitar daerah wisata swakelola yang belum bekerja. Untuk daerah wisata dikelola pemerintah, disiapkan Pol-PP wisata, dengan seragam khusus dan dibekali keterampilan khusus, seperti bahasa asing, dan publik speaking," ujarnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat akan digelar Sriwijaya Expo 2017 dengan mengusung tema sport, tourism, trade dan investment sebagai rangkaian road to Asian Games 2018. Pameran tahunan ini akan diikuti 11 negara, diantaranya Singapura, Malaysia, Brunai Darusalam, Thailand, Korea, Jepang, dan beberapa negara dari Eropa. Acara ini akan berlangsung mulai 12-16 Mei 2017 di pelataran Benteng Kuto Besak.

Artinya, pada event-event besar sejenis itu, kunjungan wisatawan baik mancanegara atau pun nusantara akan meningkat drastis.