Palembang - Wali Kota Palembang Harnojoyo menepati janjinya untuk memberikan sanksi kepada pejabat yang tidak ikut gotong royong Minggu lalu. “Sebagai hukumannya pejabat yang tanpa keterangan tidak mengikuti gotong royong kita suruh ngepel jalan Jenderal Sudirman,” kata Harnojoyo, Selasa (14/3/2017)usai mengumpulkan pejabat yang malas goro di jalan Jenderal Sudirman usai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Ar Rahman Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar.

Ia menginginkan jajarannya mendukung gotong royong sebagai salah satu program unggulan Pemkot Palembang, selain shalat subuh berjamaah. Apalagi, program gotong royong ini sudah diatur dalam peraturan daerah.

“Mulai minggu depan, saya akan absen keliling lokasi gotong royong,” kata Harnojoyo.

Diakui Harnojoyo, memang tidak mudah melakukan kerja ikhlas untuk masyarakat. Terlebih membersihkan sampah di tempat orang lain.

“Gotong royong jangan dijadikan beban, harus ikhlas. Memang tidak mudah untuk melakukannya,” katanya.

Harnojoyo memncontohkan sekaligus memberikan perbandingan dengan negara Jepang yang pernah dikunjunginya. Di Jepang, ujar Harnojoyo, jangankan sampah, puntung rokok saja sulit ditemukan berserak di jalan.

“Di Jepang kebetulan saya langsung bertemu dengan wakil menterinya. Membuat bersih Jepang dari sampah butuh waktu 25 tahun. Tapi, kita bisa untuk beberapa tahun, kalau kita kompak menjaga kebersihan dan konsisten gotong royong,” kata Harnojoyo.

Sebelumnya, Minggu (12/3/2017) Wali Kota Harnojoyo berpatroli perdana di Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II dan Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II.

Di dua kelurahan itu, saat meneliti daftar hadir, Harnojoyo mendapati ada sekitar 30 pejabat Pemkot yang tidak hadir alias mangkir gotong royong, tanpa keterangan.

Harnojoyo saat itu mengatakan akan memberikan sanksi bagi pejabat yang mangkir gotong royong. Sanksi itu diterapkan Harnojoyo Selasa pagi ini. Sanksi yang cukup mudah. Dan Harnojoyo memberikan contoh dengan ikut pula mengepel trotoar Sudirman. (*)