Palembang - Akhir-akhir ini pembangunan di Kota Palembang terus berkembang pesat, termasuk salah satunya pembangunan hotel. Rupanya pertumbuhan hotel berdampak positif bagi sektor pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani menyebutkan ada tiga faktor pendukung sektor wisata, yakni; pertama, akses yang baik untuk menuju daerah wisata, seperti akses penerbangan yang bagus.

Kedua, banyaknya event yang digelar hingga wisatawan tertarik berkunjung, dan ketiga, sarana yang baik, seperti hotel atau penginapan, kuliner, hingga sovenir shop.

"Bagus, semakin banyak hotel, semakin banyak pilihan untuk wisatawan bermalam. Hotel sangat menunjang pariwisata. Kalau kita berlibur ke tempat wisata, pasti memikirkan dimana menginap," jelasnya.

Selain itu, keberadaan hotel-hotel baru membuka lapangan kerja bagi masyarakat,  dan menyumbang pemasukan daerah melalui pajak perhotelan.

Sebenarnya, lanjut Isnaini, tidak hanya hotel, di daerah wisata juga dikenal dengan istilah homestay. Home stay hakikatnya mirip dengan konsep rumah kost. Bedanya rumah kost untuk tinggal lama, biasanya mahasiswa, karyawan, masyarakat umum  yang menyewa. Sedangkan homestay ada di daerah wisata, untuk kepentingan wisatawan bermalam, biasanya waktu sewa lebih singkat,  semalam, dua malam atau tiga malam saja.

"Kalau homestay belum ada, tapi kost-kost-an di Palembang banyak. Kalau di Bali, atau Jogyakarta ini banyak. Rumah-rumah  warga disewakan untuk wisatawan. Kita maunya Palembang, seperti itu," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak  Kelurahan yang terdapat destinasi wisata untuk mendata siapa saja warga yang bersedia rumahnya dijadikan homestay.

"Warga kaerah Kampung Kapiten, warga Kampung Al-Munnawar, warga Sekanak atau warga yang berada di daerah wisata lain, rumahnya bisa dijadikan homestay.

Siapa tahu dari pada kamar kosong  tidak dimanfaatkan, bisa disewakan untuk penginapan  wisatawan. Sekaligus warga ini bisa menjual makanan, misal, pempek, kemplang, souvenir atau oleh-oleh lain untuk wisatawan tersebut.

Maka ekonomi di daerah tersebut ikut maju, seiring berkembangnya sektor wisata. Di Bali banyak masyarakat yang mengantungkan hidup dari wisata, mulai sewa rumah (homestay), menjual makanan, menjual souvenir, pemandu wisata, tenaga keamanan hingga tukang parkir. Wisata maju, kemakmuran warga terjamin," ulasnya.

Namun, untuk mencapai semua itu, baik pemerintah, maupun masyarakat harus bekerjasama, antara lain tentang kebersihan. Kalau kota kotor wisatawan mana yang akan datang. Oleh karena itu kita semua harus sadar kebersihan lingkungan.

"Pemerintah sudah mengerakkan gotong royong kebersihan setiap minggu, ayo kita dukung," ucapnya.