Palembang - Sebanyak 150 orang mengikuti sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.48/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim yang diselanggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LKHK) Kota Palembang di Grand Atiyasa, Selasa (18/4). Dalam hal Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas LKHK menargetkan setiap kelurahan minimal memiliki satu Kampung Iklim.

"Ada 107 kelurahan di Kota Palembang, minimal  ada 107 kampung iklim juga," sebut Kepala Dinas LKHK  Kota Palembang, Faizal AR.


Disebut Faizal, saat ini pihaknya telah membina tiga kampung iklam, antara lain Kampung Iklim di Talang Kelapa, Kampung Iklim di Gandus dan Kampung Iklim di Patra Mandiri Plaju.


Maka, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya  program ini demi ketahanan dari dampak perubahan iklim dan efek rumah kaca.


"Seperti hari ini kita pelatihan, memberikan pembinaan setiap bulan, mengikut sertakan mereka lomba  tingkat provinsi atau nasional dan mengirim mereka untuk berdiskusi pembina dengan kampung lingkungan lain, dan dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka tentang lingkungan," terang dia.


Adapun untuk kriteria Kampung Iklim sendiri, disebutkan Faizal, yakni kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan juga ada pembagian kelompok-kelompok masyarakaat.

Dalam kelompok tersebut terdiri dari kelompok masyarakat  peduli penghijauan, memelihara draenasi, memelihara lingkungan dan kebersihan, dan menanamkan kesadaran anggota untuk menjaga lingkungan, supaya tidak membuang sampah sembarangan, supaya jangan timbul asap, atau jangan sampai ada banjir.


"Bukan hanya bersih tapi juga di Kampung Lingkungan itu ada kebun yang ada tanaman, atau penghijauan, seperti ada tanaman untuk dimakan, dan untuk obat (Tananam Obat Keluarga)," jelas dia.


Senada Kabid Mitigasi  Kamenterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Sugiatmo mengatakan, ada 3 syarat agar suatu wilayah bisa masuk dalam kategori Kampung Iklim, yaitu; Pertama adalah adaptasi , yakni bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dalam perubahan iklim.

Kedua mitigasi, yakni bagaimana masyarakat tersebut bisa  mengurangi, meminimalisir  dampak dari perubahan iklim tersebut. Ketiga yakni adanya dukungan masyarakat.


Disebutkan dia,  Kementerian LHK menargetkan 2000 kampung iklim di seluruh Indonesia pada 2019.

"Sekarang ada 293 kampung iklim di Indonesia yang tersebar di 27 propinsi. Kampung iklim itu minimal tingkat RW dan maksimal tingkat kelurahan," katanya.


Sementara, Asisten Administrasi Umum Seketariat Kota Palembang, Agus Kelana, mengatakan Kampung Iklim ini menjadi binaan Pemerintah Kota Palembang dan juga akan dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


"Iya, akan kita lombakan," ucapnya.
Adapun untuk sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat, di kelurahan-kelurahan dan kepada pengiat lingkungan.
"Sosialisasi ini untuk memahami pantingnya Kampung Iklim," ujarnya.