Palembang - Jangan coba-coba mangkir tanpa keterangan usai cuti bersama pada Lebaran Idul Fitri 1438 tahun ini untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

Soalnya, Pemerintah Kota Palembang, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tidak akan segan memberikan sanksi.

“Mulai sanksi ringan, penundaan gaji, bahkan penurunan jabatan,” ujar Kepala BKPSDM Kota Palembang, Ratu Dewa, Selasa (13/6/2017).

Cuti bersama PNS dimulai 27 Juni dan berakhir 30 Juni. Karena tanggal 1 dan 2 Juli adalah hari Sabtu dan Minggu, maka PNS atau ASN akan masuk kerja pada Senin, 3 Juli.

Biasanya, hari pertama masuk kerja ditandai dengan inspeksi mendadak oleh Wali Kota< Wawako, Sekda, hingga OPD terkait, semisal Inspektorat dan BKPSDM.

Jika pada Senin diketahui ada ASN yang mangkir kerja tanpa keterangan, mereka inilah yang bakal dapat sanksi.

Meski begitu, Dewa mengatakan sanksi tidak langsung diterapkan. Pada prosesnya, ASN yang absen tanpa keterangan akan dimintai keterangan dan alasannya.

“Kalau sakit, mungkin ada keterangan sakit dari dokter atau rumah sakit. Tentu ini kita maklumi,” ujar Dewa.

Ia menambahkan, untuk dinas-dinas yang berkaitan dengan pelayanan publik seperti rumah sakit, pelayanan air minum, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan (Dishub) dan lain-lain itu tidak diperkenankan mengambil libur.

“Memang untuk pelayanan publik ada yang tidak libur, jadi sistemnya mereka itu shift-shift an.”

Terkait kendaraan dinas yang digunakan untuk mudik, ia menerangkan, hal tersebut masih diperbolehkan selama masih ada dalam wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sesuai dengan arahan Sekda Sumsel, masih boleh dibawa mudik. Tapi harus dengan catatan mengajukan izin terlebih dahulu,” kata Dewa.