Palembang - Menindak lanjuti inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang terhadap sampah pembuangan salah satu mall terbesar di Palembang yakni Palembang Square (PS) mall pada Selasa (4/7) malam lalu. Didapati ternyata tumpukan sampah tersebut sudah berlangsung sejak 6 bulan lebih, dimana hal ini disebabkan karena pengelolaan sampah PS mall yang tak Berstandart

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa menjelaskan, atas pengelolaan yang tak berstandart ini, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan teguran keras terhadap manajemen PS Mall.

"Ini Pemkot Palembang mendapatkan teguran langsung dari Gubernur Sumsel, karena itu kita langsung adakan Sidak tadi malam. Pas turun langsung di PS Mall, ternyata memang pengelolaan sampah yang tak berstandart ini sudah berlangsung sekitar 6 bulan lebih, pelaksanaan tidak sesuai SOP yang ada, 5 unit kontainer yang dimiliki PS Mall tidak difungsikan, sehingga sampah dibuyar begitu saja di pelataran. Kan ini sudah tidak benar, jelas mengganggu dong," jelasnya, Rabu (5/7).

Untuk itu, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan manajemen PS Mall bersama instansi terkait seperti Dinas PU PR dan DLHK agar hal ini dapat diluruskan dan diperbaiki. Menurut Harobin pihaknya juga mempertanyakan kenapa hal ini seperti dibiarkan dan tidak diawasi.

"Ternyata manajemen PS Mall bilang kalau mereka selama ini bekerjasama dengan out searching. Dimana pekerjanya ini merupakan milik pemkot Palembang juga, jadi kita putuskan kerjasama mereka, kita minta langsung menjalin kerjasama dengan dinas terkait dalam hal ini DLHK agar tidak ada lagi permainan antara manajemen dan oknum petugas kebersihan untuk pengangkutan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," tegasnya.

Dari hasil pertemuan dengan manajemen PS Mall, lanjutnya, telah ditentukan 4 kesepakatan yakni, PS mall bekerjasama dengan pemkot masalah pengelolaan limbah, pengangkutan sampah, perbaikan kontainer, dan perbaikan drainase.

"Jadi sistemnya ini nanti mereka (PS Mall) menyalurkan CSR nya untuk perbaikan-perbaikan tersebut. Sebagai pengembang perbaikan ini merupakan wewenang mereka. Semoga ini menjadi perhatian dan peringatan untuk mall-mall lainnya yang ada di Palembang agar tidak melakukan hal yang sama," tukasnya.

Selain itu, lanjutnya, mengingat Palembang sudah mendapatkan Adipura sebanyak 10 kali dan akan menyambut Asian Games, ia berharap dinas terkait juga dapat bahu membahu dan kompak dalam menyelesaikan permasalahan terutama sampah yang ada di Palembang.

"Karena ini tanggung jawab kita bersama bukan hanya satu instansi saja. OPD harus berkoordinasi dan bersinergi. Terlebih lagi dewan penilai Adipura juga sedang ada di Palembang saat ini, jangan sampai dengan adanya hal ini, kita semua jadi malu," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Operasional PS Mall Sulisti Yadi mengaku, selama ini pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Tara untuk mengurusi sampah, bahkan pihaknya sudah menyiapkan lima buah bak sampah kontainer untuk menampung sampah dari seluruh komplek mall tersebut. 

"Kontainer ini baru jadi bulan Mei kemarin, kedepan sampah akan dimasukkan ke plastik sebelum dimasukkan ke kontainer kemudian ditarik oleh mobil ke tempat pembuangan akhir (TPA). Mungkin karena kurang cepat progresnya, kontainernya sudah ada namun belum ada penarikan, mungkin disitulah masalahnya. Belum lagi banyaknya pihak yang membuang sampah disini," akunya.

Setelah dapat pengarahan itu, lanjutnya, pihaknya akan merubah semuanya. Sebab diakuinya, ini merupakan hal baru bagi pihaknya, karena kalau lihat kebanyakan pembuangan limbah air dari sampah itu berakhir di parit atau selokan. "Nanti akan kita buat intake untuk pengolahan limbah air sampah baru kemudian dibuang. Semoga ini jadi yang pertama bahwa air sampah itu kita olah sebelum dibuang dan yang jelas kita komit," tandasnya.