Palembang - Meski Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Modern milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang ada di Kecamatan Gandus baru selesai 50 persen pembangunanya. Namun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Harrey Hadi memastikan, jika RPH modern ini sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"RPH sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Bahkan ini sudah berstandart SNI. Daging yang dihasilkan dari RPH ini sudah terjamin mutunya bahkan bisa langsung diekspor ke luar negeri," tuturnya, Minggu (6/8).
 
Ia menerangkan, pembangunan RPH menghabiskan pendanaan yang digunakan untuk pembangunan RPH modern ini yakni, di tahun 2016 ada sekitar Rp 13,3 M sedangkan di tahun 2017 ini ada Rp 12 M yang semuanya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tugas Pembanguan (TP).
 
"Kalau dari APBD itu cuman dokumen saja, perencanaan pembangunan ini jelas melalui perjuangan yang tidak mudah, butuh usaha keras juga. Tapi Alhamdulillah berkat upaya dari Walikota juga akhirnya dari sekian banyak wilayah di Indonesia yang menginginkan dana ini, kita Palembang mendapatkannya," tuturnya.
 
Diketahui, kapasitas pemotongan hewan untuk di RPH baru ini bisa mencapai 200 ekor perhari. Dimana saat ini, pihaknya telah mengajak 5 hingga 6 pengusaha pemotong hewan yang bergabung.
 
"Kita berdayakan SDM yang ada dulu. Kami himbau kepada masyarakat Palembang, RPH resmi cuman ada di sini (Kecamatan Gandus), selain dari itu tidak ada lagi yang resmi. Nanti kalau ada bakal kami tertibkan, dan akan kami arahkan untuk membuat surat izin potong hewan, kemudian diajak bergabung ke RPH. Sebab dalam melakukan pemotongan hewan itu nanti ada Perda dan hukumnya. Tidak bisa asal-asalan kalau menyangkut kepentingan orang banyak," tandasnya.
 
Sementra itu, Walikota Palembang H. Harnojoyo dalam kesempatan meninjau pembangunan gedung RPH beberapa waktu lalu mengungkapkan, keberadaan RPH ini sangat bermanfaat, dimana peralatannya sudah cukup canggih, dilengkapi dengan hotel hewan dan ruang pendingin yang semuanya sudah modern.
 
"Dalam satu hari RPH ini akan memproduksi hingga 200 ekor sapi, semua serba canggih, bahkan sapi yang akan dipotong nantinya akan diletakkan di hotel hewan, agar mereka rilex, dan setelah dipotong secara otomatis akan di angkut melalui alat seperti rel, akan dikemas secara higienis, dilengkapi dengan ruang pendingin," pungkasnya