Palembang - Untuk mempermudah menjangkau lokasi kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang akan menambah Pos Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang tersebar dibeberapa titik di Kota Palembang

Adapun saat ini, baru  berjumlah tujuh Pos Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang tersebar dibeberapa titik, meliputi; di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Jalan Merdeka,  Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sako, Alang-Alang lebar, dan Gandus dan Benteng Kuto Besak (BKB).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan  Bencana Kota Palembang, Edison menyebutkan dalam waktu dekat ini akan ada Penambahan satu Pos Pemadam Kebakaran dan Pananggulangan Bencana di Jalan R Sukamto Kecamatan Kemuning yang ditargetkan kelar pada September 2018 mendatang.

“Kalau bisa lebih cepat, sebelum Asian Games 2018 sudah selesai,” ujarnya dalam acara  sosialisasi norma, standar, prosedur, dan manual pencegahan bahaya  kebakaran bagi tokoh masyarakat dan ketua rukun tetangga rawan kebakaran di Hotel Royal Asia, Rabu (9/8/2017).

Selanjutnya, pihaknya akan kembali menambah tiga Pos Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana di Ilir Timur II, Ilir Barat I dan Jakabaring.

 Artinya, Kota Palembang akan memiliki 11 pos untuk mengantisipasi bencana kebakaran yang kerap terjadi di kota pempek ini.

Sehingga, sejalan dengan itu akan ada penambahan armada untuk disiagakan di po-pos tersebut. Meski untuk personil atau petugas kebakaran tidak ada penambahan.

“Armada ada 26 berupa mobil pemadam kebakaran (damkar), dan dua speet boad untuk di pos jalur air di BKB. Untuk petugas ada 408 orang. Dengan adanya penambahan pos, akan ada penambahan penambahan armada, namun untuk petugas kita optimalkan petugas yang sudah ada sekarang,” jelasnya.

Sebab, Palembang memiliki tujuh titik daerah rawan kebakaran, yakni Kecamatan Seberang Ulu I, Kecamatan Seberang Ulu II, Kecamatan Plaju, Kecamatan Kertapati, Kecamatan Ilir Barat II, Kecamatan Ilir Timur I, dan Kecamatan Ilir Timur II.

“Daerah-daerah tersebut padat penduduk, dan kebanyakan bangunannya dari kayu, sehingga mudah terbakar,” ujarnya.

Maka, harus dilakukan pencegahan, dan penanggulan bencana ini secara cepat, dan tepat. Terlebih jika berkaca dari data yang ada, selama dua bulan lalu terjadi peningkatan bencana kebakaran di Palembang.

 Pada bulan Juni 2017 hanya ada 18 kasus kebakaran, meningkat tajam di bulan Juli 2017 menjadi 21 kasus kebakaran.

“Kasus kebakaran mulai naik, karena memasuki musim kemarau. Harus waspada, dan bersama-sama kita melakukan pencegahan,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengundang tokoh masyarakat untuk menghadiri sosialisasi tentang pencegahan kebakaran di Hotel Royal Asia ini. “Tokoh masyarakat, seperti RT dan RW adalah terdekat dengan masyarakat, mereka yang akan menyampaikknya dengan masyakat,” ulasnya.

Selama ini,  sambung dia, pihaknya sering kesulitan untuk menjangkau lokasi kebakaran, akibat sempitnya jalan, kemacetan atau padatnya warga yang menyaksikan kebakaran.

“Jalanan sekarang sangat macet, belum lagi jalan sempit banyak kendaraan warga yang parkir sembarang untuk menyaksikan kebakaran, walau biasanya pas mobil damkar masuk warga kasih jalan, tapi sering juga mereka kembali parkir sembarang, padahal mobil damkar itu akan keluar masuk untuk mengambil air,” keluhnya