Palembang - Rencana Pemkot Palembang untuk mendatangkan kapal laut militer milik TNI AL segera terwujud. Kapal tersebut, rencananya tak hanya dijadikan hotel bagi tamu yang datang ke Palembang kedepan, tetapi juga direncanakan akan menjadi museum angkatan laut dan menjadi salah satu objek wisata baru di Palembang. Hal ini dipastikan usai Walikota Harnojoyo beserta rombongan melakukan audiensi di markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, kemarin (10/8). Selangkah lagi, Pemkot Palembang mendapatkan sebuah kapal laut militer milik TNI AL. Kapal tersebut, rencananya tak hanya dijadikan hotel bagi tamu yang datang ke Palembang kedepan, tetapi juga direncanakan akan menjadi museum angkatan laut dan menjadi salah satu objek wisata baru di Palembang. Hal ini dipastikan usai Walikota Harnojoyo beserta rombongan melakukan audiensi di markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, kemarin (10/8).

Kedatangan tersebut, diterima langsung Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda TNI Agung Prasetyawan M Ap, beserta jajaran. Dalam audiensi tersebut, masih akan ada beberapa kelengkapan teknis yang harus dipenuhi, sebelum kapal angkut yang dibuat pada tahun 1984 itu berlayar ke Palembang. "Ini sebuah langkah positif, tindak lanjut dari pertemuan kita dengan KSAL beberapa waktu lalu,"kata Walikota Harnojoyo. 

 
Dengan audiensi ini, artinya Pemkot Palembang kini tengah bersiap untuk mencari lokasi bersandar kapal dengan dimensi panjang 144 meter dan lebar 23 meter tersebut. Sebab sebelumnya, yang menjadi pertimbangan adalah kapal direncanakan untuk bersandar dikawasan Sungai Sekanak. Dengan estimasi melintasi selat bangka, maka ketinggian kapal harus cukup untuk melintas dibawah jembatan ampera. 
 
"Kemungkinan yang paling masuk akal, adalah kapal disandarkan dikawasan Pasar 16 Ilir. Namun akan kita pastikan lagi kedepan setelah kapal tiba di Palembang,"lanjut Walikota didampingi Kadishub Kota Palembang, Kurniawan Msi. 
 
Ditambahkan Kurniawan, kapal ini bersifat hibah, sehingga perlu melengkapi beberapa persyaaratan. Ia mengungkapkan, kondisi kapal tersebut masih sangat layak, kendati tak lagi dioperasikan oleh TNI AL. Sebelumnya, kapal tersebut dioperasikan sebagai kapal angkut oleh Pelni dan bernama KM Kambuna sebelum diserahkan ke TNI AL dan kemudian berganti nama menjadi KRI Tanjung Nusanive dengan nomor lambung 973. "Ada sekitar 1.500 ruangan yang akan direstorasi di beberapa bagian untuk kemudian difungsikan kembali,"ujarnya. 

Dilain tempat, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengungkapkan jika pihaknya menyambut baik datangnya kapal yang akan dijadikan hotel dan museum tersebut.

Selain menjadi ikon baru, juga akan melengkapi lokasi tepian musi yang saat ini jadi salah satu priortitas percepatan pembangunan dibidang pariwisata. "Akan ada Tugu Iwak Belido, Sekanak Kerihin dan Kampuung Warna Warni serta beberapa destinasi wisata yang telah ada. Kapal ini akan menjadi pelengkap yang tentu, kita dan masyarakat telah tunggu,"tukasnya