Palembang - Menjadi guru adalah cita-cita seorang wanita yang kini memimpin Kota Palembang. Hal itu diakui oleh Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam acara sosialisasi kode etik guru Indonesia Kecamatan Seberang Ulu II, di gedung guru Sumsel Jalan A Yani, September (11/9).

"Dari kecil cita-cita saya  jadi guru," kata Fitri dihadapan ratusan di sela-sela acara tersebut.
Menurutnya, guru merupakan pekerjaan yang mulia. Tak heran, jika ia sangat mengagumi para pahlawan tanpa tanda jasa ini. 
"Dari kecil saya kagum dengan bapak ibu guru. Saya teringat bagaimana bapak dan ibu guru memberikan ilmu kepada saya. Saya sangat simpati dan terinspirasi  dengan perjuangan yang bapak dan ibu lakukan," ujarnya.
Meskipun kini nasib berkata lain. Ia tetap berkomitmen untuk memperjuangkan nasib guru. Melalui kekuatan yang ia miliki saat ini, ia berharap kesejahtaraan guru akan semakin meningkat.
"Kami akan terus  memikirkan bapak dan ibu guru sekalian. Tidak ada yang perlu ditakuti, selama ada niat baik, selama terus berdoa agar kesejahteraan meningkat di Palembang ini, pasti kesejahtaraan bapak dan ibu akan meningkat juga," ungkapnya 
 Fitri pun menceritakan, jika di zamannya, murid atau siswa sangat takut  dan segan dengan guru, tak berani melawan, tetapi kini  justru membuat prihatin, pasalnya ada siswa yang bertindak tak sopan kepada guru.
"Miris sekali kadang ada tayangan di Televisi, kalau ada murid berlaku kurang sopan kepada guru," ucapnya.
Maka kegiatan sosialisasi tersebut sangatlah penting. Hal itu akan memperluas pengetahuan para pendidik ini. "Sosialisasi Kode etik hari ini sangat bermanfaat sekali, dan Insya Allah akan menambah wawasan dan ilmu, sehingga guru akan semakin baik dalam mengajar. Sehingga anak didik akan tumbuh  menjadi lebih baik, dan prilaku mereka juga lebih baik,"  ulasnya
Dia pun menegaskan, guru sejatinya orang yang tidak memikirkan duniawi saja, tapi lebih memikirkan akhirat, karena begitu terhormatnya profesi guru ini, tentu menjadi ladang amal untuk mereka.
"Kita harus cinta dan sayang dengan guru. Kita tidak bisa jadi apa-apa tanpa jasa guru," tuturnya