Palembang - Kegiatan gotong royong yang rutin dilaksanakan di setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di 16 kecamatan di Palembang, nyatanya menjadi hal yang angat penting dan dapat mempengaruhi penilaian kinerja para camat. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Palembang, Herly Kurniawan menuturkan, gotong royong ini mempunyai bagian 40 persen dari nilai yang akan diberikan.

"Penilaian gotong royong ini bobotnya paling besar karena merupakan program walikota. Jadi ini sangatlah berpengaruh. Dimana gotong royong dan partisipasi masyarakat ini mempunyai bobot nilai 40 persen. Ada 4 kriteria yang akan dinilai yaitu jumlah kehadiran masyarakat saat gotong royong, frekuensi kegiatan gotong royong yang dilakukam, upaya sosialisi dan efektifitas sosialisi gotong royong, dan hasil gotong royong," sebutnya, Selasa (12/9).
 
Herly menjelaskan, tapi penilaian lainnya juga tak kalah pentingnya dengan gotong royong diantaranya, kebersihan dan keindahan lingkungan yakni berbobot 35 persen begitupun dengan pengelolaan sampah. Menurut Herly, berbeda dengan tahun sebelumnya penilaian ketiga point penting mengenai lingkungan ini akan dilakukan oleh lihak independent, yakni pihak media dan akademisi.
 
"Untuk kebersihan dan keindahan lingkungan yang dinilai ada empat kriteria, yakni kebersihan drainase, pekarangan rumah, pinggir jalan dan keindahan taman. Sedangkan untuk pengelolaan sampah juga ada empat kriteria, yakni sistem pengelolaan sampah, ketersediaan tempat sampah di lingkungan rumah, pemisahan sampah, dan ketersediaan TPS," tuturnya.
 
Ia menerangkan, untuk penilaian dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan melihat dari paparan oleh para camat. Dimana penilaian ini dilakukan selama delapan hari di bulan Oktober mendatang. Selain itu, untuk penilaian, camat tidak diperbolehkan menyiapkan makan siang dan souvenir bagi para juri, jika melanggar pengurangan nilai sebesar 30 persen dari total nilai untuk mencapai objektivitas.
 
"Penilaian paparan yang akan dilakukan di depan OPD nanti ada empat kategori, yaitu penguasaan materi 40 persen, tampilan dan kesesuaian materi 20 persen. Cara penyampian materi paparan terdapat lima kriteria yakni suara, PD, ekspresi, kelancaran, efektifitas 20 persen. Sementara ke empat, evaluasi dan tanggapan materi paparan dari narasumber, dan setiap paparan dihadiri oleh dua pejabat," katanya.
 
Kemudian, lanjutnya, dibagian akhir akan ada wawancara kepada pihak yang dinilai, masing-masing OPD akan mewawancarai dan melihat langsung pelayanan yang ada di kantor kecamatan masing-masing.
 
"Pada tahap penilaian akhir, semua nilai yang terkumpul dari OPD dan tim independen akan jumlahkan. Penilaian tim SKPD 30 persen dan independet 70 dan nanti penentuan rangking diadakan dengan pleno terbuka yang dihadiri oleh seluruh tim penilaian. Sedangkan untuk dua kecamatan baru, akan diikutsertakan pada 2018 mendatang," pungkasnya.
 
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Palembang, Sulaiman Amin, menambahkan, Penilaian tersebut dalam rangka kegiatan "Penilaian Keberhasilan Camat 2017" yang rutin digelar setiap tahunnya. Untuk kali ini, pihaknya sengaja melibatkan tim independen agar hasil penilaian lebih objektif. "Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, tujuannya untuk meningkatkan kinerja camat dalam mendukung dan mewujudkan visi dan misi Pemkot Palembang," imbuhnya.
 
Sulaiman mengatakan, penilaian yang terpenting merupakan adanya inovasi dari para camat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dimana seorang camat harus mampu melakukan revolusi mental terhadap masyarakat agar mendukung program pemerintah,
 
"Selain itu juga guna meningkatkan pembangunan di wilayahnya, dan ikut serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang," tandasnya.