Palembang - Niat pemkot memangkas waktu perizinan akan segera direalisasikan. Secara bertahap dimulai dari perizinan yang terkait dengan dinas kesehatan, melalui Focus Grup Discussion yang dilangsungkan di ballroom Hotel Swarna Dwipa, kemarin (14/11). Semua stakeholder, dari dokter, rumah sakit, pengelola dan pemilik apotek diharapkan sinergi.

“Momentum ini harus dimaksimalkan. Apa kesulitan yang dialami baik perizinan di Dinkes maupun yang berada di Pemkot. Sehingga bisa dianalisa untuk diperbaiki kedepan,”kata Wawako Fitrianti Agustinda melalui Asisten III, Agus Kelana.
Komitmen ini dilakukan masih dalam kaitan iklim investasi yang masuk ke Palembang. Peningkatan signifikan terjadi, khususnya jelang Asian Games, sehingga waktu menjadi salah satu masalah yang harus diatasi untuk para investor ini, baik lokal maupun nasional bisa berkontribusi dalam pembangunan di kota Palembang. 
 
Sebagai komitmen pemerintah kota Palembang, penekanan terhadap perizinan ini, ditambahkan Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ratu Dewa menjadi kewajiban. 
Pada praktiknya, lanjut Dewa jika persyaratan sudah dilengkapi oleh pemohon, maka Pemkot memberikan waktu setidaknya tiga hari untuk sampai pengurusan izin selesai. Sementara untuk kendala lain yang dihadapi oleh pihaknya saat ini adalah komitmen pegawai. Dewa mengakui untuk pelayanan, pegawai haruslah yang siap dan berjiwa melayani.
Sehingga bisa terhindar dari penyakit seperti pungli. Pihaknya mewanti – wanti dengan meminimalisir pertemuan antara pemohon dan pegawai, memberikan pesan dalam apel setiap pagi sebelum bertugas, juga melakukan pengawasan internal yang dikoordinasikan dengan Inspektorat kota Palembang.