Palembang - Disinggung mengenai sampah di daerah pinggiran kota yang kerap menjadi masalah. Faisal menerangkan, telah menyiapkan 20 sepeda yang akan digunakan untuk mengangkut sampah di pinggiran kota.‎

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah sampah yang diangkut pihaknya pasca pergantian malam tahun baru. Tercatat tanggal 1 Januari 2018, pihanya telah mengangkut sekitar 30 ribu ton sampah, usai malam pergantian tahun baru tersebut.

“Jumlah ini tentu meningkat cukup tajam. Karena pada hari biasa sampah di kota Palembang ini hanya sekitar 800-1.000 ton perharinya,” ungkapnya.

Menurutnya dari total 30 ribu ton sampah ini, paling banyak dihasilkan dari kawasan Plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

"Di JSCkan ada acara. Banyak juga sampah, tapi yang paling banyak itu di BKB tercinta itu," ujarnya. 

Faisal menerangkan, untuk mengatasi masalah sampah ini. Sekitar 500 petugas pasukan kuning dari DLHK diturunkan sejak pukul 05.00 pagi. Pasukan kuning inilah yang bertugas untuk membersihkan wilayah kota Palembang.

"Sebenarnya untuk waktu kerja, tetap dari jam 05.00 mereka sudah bergerak. Tapi tadi kami fokuskan ke BKB, karena memang banyak sekali sampahnya," terangnya.‎

"Sepeda-sepeda ini, kita bagi untuk petugas di daerah pinggiran kota, agar tetap bersih. Sekarang memang baru ada 10 sepeda bagi petugas dipinggiran kotaa," katanya.

Pada tahun 2018 ini juga, Faisal mengatakan, meskipun tak banyak, DLHK kota Palembang akan melakukan perekrutan dan penambahan personil untuk membersihkan wilayah di kota Palembang.

"Kita tengah rancang, apa-apa saja yang disiapkan. Mungkin ada tambahan petugas sekitar 60 orang ya. Kita juga akan ada penambahan 5 mobil truk baru, 3 dari APBD, 2 dari pusat," tegasnya.

‎Tak hanya melakukan penambahan anggota dan peralatan. Faisal juga berharap agar masyarakat kota Palembang sadar akan tingkat kebersihannya, dan tidak membuang sampah disembarangan tempat.

"Seperti di daerah pinggiran itukan dibutuhkan pengawasan yang optimal ya. Jadi harus kesadaran bersama," tegasnya.