Palembang - Ribuan umat islam, penuhi kediaman dinas Walikota Palembang, yang terletak di jalan Tasik Palembang mereka tergabung dalam gerakan Majelis Pencinta Islam (MPI), bersatu bersama Walikota Palembang, H. Harnojoyo, memperkuat syariat agama yang menjadi salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sekarang.

Harnojoyo menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini, menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan MPI Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pemkot Palembang.

“Ini adalah kegiatan keempat yang kita laksanakan di kediaman dinas. Dan ini akan terus kita tingkatkan,” ungkapnya, Selasa (3/7/18).

Melalui kegiatan ini, ditambah program yang akan dilaksanakan Pemkot Palembang dengan melibatkan 1100 ustad/ulama, gerakan MPI ini dapat menjadi wadah bagi umat Islam untuk bersatu serta memperdalam syariat agama sehingga sejalan dengan visi misi pemerintah kota Palembang yang ingin mewujudkan Palembang Emas Darussalam.

“Kita akan lebih memperluas lagi kegiatan ini termasuk dua program unggulan kita, yakni gerakan Subuh Berjamaah dan Gotong Royong di 107 kelurahan, termasuk syiar dengan melibatkan sebanyak 1100 ustadz dan ulama di Palembang,” ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris MPI, Habib Mahdi Syahab menyampaikan, pihaknya akan terus mensuport kegiatan Pemkot Palembang, termasuk subuh berjamaah dan syiar di 107 kelurahan dengan melibatkan 1100 ustad/ulama.

“Semoga kedepan Pemkot Palembang mendapat berkah dengan terus aktif melaksanakan kegiatan seperti hari ini,” ungkapnya.

Habib Mahdi berharap, kedepan Palembang EMAS Darussalam seperti yang dicita-citakan akan terwujud. Dimana, kata EMAS yang dilaksanakan Pemerintah sukses mensejahterakan masyarakat palembang dan kalimat Darussalam sukses menjadi program yang dapat meningkatkan iman dan taqwa masyarakat.

Apa yang dilaksanakan Pemkot Palembang, selaras dengan visi dan misi kota Palembang Emas Darussalam, dengan konsistensi terhadap kemajuan Islam yang saat ini dilakukan pemerintah harus berkelanjutan.

“Jadi EMASnya dilakukan pemerintah dan Darussalam didorong oleh ulama. Sehingga ulama harus terus beriringan dengan pemerintah,” tandasnya