Palembang - Pelaksana harian (Plh) Walikota Palembang Harobin Mastofa, Kamis (2/8/2018) didaulat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kertapati menjadi orang pertama memanen padi sawah lebak di Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati masa tanam April - September 2017 lalu.

Plh Walikota Palembang Harobin Mastofa mengatakan, panen raya tahun ini mencapai hasil yang memuaskan, meski Palembang sudah menjadi kota metropolitan, ternyata Palembang masih bisa menghasilkan padi dengan cara memanfaatkan lahan lebak yang ada untuk di tanami makanan pokok tersebut.

“Pada tahun 2017 Kota Palembang mampu menghasilkan 23.160 ton gabah kering padi dan 2.574 ton gabah giling pada musin tanam Oktober – Maret, dan pada tahun 2018 ini Pemerintah Kota Palembang menargetkan penanaman padi sawah lebak seluas 5.775 hektare,” ungkap Harobin.

Bahkan, kemajuan dan banyaknya pembangunan di setiap sudut Palembang, banyak orang tidak menyangka, kota tertua di Indonesia ini, masih memiliki lahan yang potensial untuk di tanami padi.

“Selama ini di Sumatera Selatan banyak orang orang tahu penghasil padi itu dari Kabupaten Banyuasin dan OKU, ternyata Kota Palembang salah satu penyumbang padi di Sumatera Selatan ini, ini tentu sebuah prestasi, mengingat Palembang merupakan Kota metropolitan, namun kita mampu memaksimalkan potensi pertanian yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Sayuti menjelaskan, Kecamatan Kertapati ini merupakan kecamatan dengan lahan pertanian paling luas dibandingkan dengan kecamatan yang lain.

“Dari 18 Kecamatan yang ada, hanya 12 Kecamatan yang memiliki lahan pertanian, sisanya berada di tengah-tengah kota, dan Kecamatan Kertapati merupakan daerah dengan lahan pertanian paling luas, maka dari itu kami sangat memaksimalkan wilayah tersebut,” terang Sayuti.