Palembang - Wakil Walikota Fitrianti Agustinda selama dua hari Rabu – Kamis (29/11/2018) tidak beranjak dari saluran air anak Sungai Musi, Sungai Serengam Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

Sejak pagi hingga sore hari diguyur hujan dengan intensitas hujan yang cukup deras,Fitri, berteduh dibawah rumah warga selepas memutari kawasan sungai tersebut dari jalan jalan kecil di Lorong Sungai Sawah I yang menggelilingi sungai yang mulai mengalami pengendapan lumpur itu.

Tak kurang lebih dari 100 pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang P (PU PR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PU Pera KP) diterjunkan untuk menggali tanah lumpur yang menyumbat aliran sungai tersebut.

“Kita targetkan hari ini pengerukan tanah lumpur dari limbah ini sudah teratasi,” tegas Fitri.

Memang,diakui Fitri tidak mudah dalam sekejab lumpur dan sampah yang telah mengendap menyatu dengan sungai tersebut bisa diangkut dengan cara manual.
“Kalau kita masukan alat berat, saya rasa tidak memungkinkan karena untuk memasukan Amphibi (alat berat berukuran kecil) tidak bisa,” katanya.

Jalan satu satunya dengan cara mengerahkan tenaga manusia (manual) inilah yang bisa dilakukan untuk membersihkan Sungai Serengam.

“Kedepan kita mewajibkan PDAM, PU PR , PU Pera KP dan petugas DLHK agar satu bulan sekali untuk melakukan gotong royong di sungai ini,” ungkapnya.

Menurut Fitri ada dua cara untuk menjaga kebersihan sungai, yakni jangka pendek dengan cara melakukan gotong royong membersihka sungai dan jangka panjang membuat rumah pompa untuk mengalirkan debit air pada saat terjadi luapan.

“Namun dibutuhkan juga komitmen kesadaran dari masyarakatnya agar tidak membuang sampah di sungai, sekuat apapun pemerintah membersihkan sampah kalau masyarakat tidak sadar juga akan percuma,” tegasnya.