Palembang - Wali Kota Palembang, Harnojoyo menargetkan memberikan pelayanan terbaik untuk warga kota ini. Bahkan, demi terwujudnya keinginan tersebut, Harnojoyo meminta dukungan kepada Ombudsman Republik Indonesia (RI) agar menjadi kota terbaik dalam pelayanan.


“Ke depan, kami terus meminta bantu kepada Ombudsman agar Palembang mendapat predikat pelayanan terbaik, sehingga akan membawa dampak positif untuk pembangunan. Target kita tahun ini harus menjadi terbaik,” kata Harnojoyo.
 

Hal ini dikemukakan Harnojoyo usai menghadiri seminar internasional dalam rangka Hari Jadi Ombudsman ke-19, dengan tema A Better Public Service Delivery in the Era of Disruption, di Hotel Novotel, Palembang Senin (11/3).


Orang nomor satu di Palembang ini menyebutkan, banyak indikator penilaian yang harus dipenuhi, seperti pelayanan bisa diakses 24 jam, kemudian tidak ada pungutan liar dan lainnya. 

“Ini memacu kita untuk jadi lebih baik lagi. Kita juga mengucapkan selamat datang dari berbagai negara karena acara digelar di Palembang,” ujar Harnojoyo, seraya juga mengucapkan selamat hari jadi ke-19 Ombudsman RI.

Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai, mengatakan, dalam menghadapi era disrupsi diperlukan kesiapan seluruh pemangku kepentingan. 

“Saat ini, hampir seluruh sektor mengalami disrupsi. Era disrupsi yaitu masa ketika perubahan terjadi amat cepat dan sulit dlprediksi. Perubahan tersebut membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan jika tidak ingin ditinggalkan atau digllas oleh perubahan,” ujar Amzulian.

Ia menjelaskan, disrupsi dalam pelayanan publik sangat signifikan dampaknya terhadap pelayanan publik. 

Di saat masyarakat mendambakan pelayanan publik yang berkualitas, murah, cepat, dan terjangkau, kebutuhan masyarakat juga terus herkembang. Bahkan melampaui instrumen penyelenggara layanan. 

Amzulian menambahkan, dalam pengembangan pelayanan diarahkan pada pengembangan pemanfaatan teknologi lnformasi. 

Dalam konteks ini, pemerintah perlu menyadari pentingnya memahami kebutuhan masyarakat.