Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau langsung situasi Pasar Lemabang, Selasa (4/2).

Fitrianti mendapat laporan bahwa para pedagang enggan mengisi kios di pasar itu, dengan berbagai alasan. Mereka malah berjualan di ruas jalan. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

Selain menyebabkan kemacetan, sistem penataan kawasan tersebut tampak kumuh dan semrawut. akibat musim penghujan.

Belum lagi persoalan lingkungan pasar yang tidak bersih, serta kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan.

Saat peninjauan itu, Wawako Fitrianti mendapat saluran air tersumbat sampah sisa jualan pedagang.

“Kondisinya semrawut sekali,” ujar Fitrianti.

Fitrianti mengatakan, tahun 2020 ini Pemkot Palembang akan merevitalisasi Pasar Lemabang dengan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp15 miliar.

“Tahap awal kita renovasi dulu bagian depan. Kemudian pembangunan menyeluruh. Jika pasar tersebut sudah dibangun, maka seluruh pedagang wajib masuk ke dalam pasar. Tidak boleh lagi pedagang berjualan di bahu jalan,” ujar Fitrianti.

Selama pembangunan, tentu saja pedagang akan direlokasi sementara. Adapun waktu pembangunan, Fitrianti belum bisa memastikan.

“Belum tahu. Tapi, tahun ini. Kita akan datang pedagang. Saat ini banyak pedagang liar.”