Ditengah Pandemi Covid 19, tidak menghalangi PT Bukit Asam (BA) untuk berkontribusi mendukung program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Jalan sepanjang 1,8 Kilometer (KM) yang terletak di tiga jalan utama di Kota Palembang yakni, Jalan POM IX, Jalan Bangka, serta Jalan Riau Palembang di aspal Hotmix.

“Kita dapat bantuan dana Cooperate Sosial Responbilty (CSR) PT BA, sebesar Rp 2,3 miliar untuk mengaspal jalan kota kita,” kata Harnojoyo, Kamis (2/7/2020), yang langsung meninjau jalan di POM IX tepatnya depan TVRi Sumsel.

Sebelumnya, orang nomor satu ini, langsung memimpin  rapat paparan program dan kegiatan prioritas serta rencana pengembangan percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Kota Palembang dirumah dinasnya.

“Kepada berbagai pihak yang telah membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian, ditengah pandemic Covid 19, saya ucapakan terimakasih,” tegasnya.

Walikota dua periode itu juga menyampaikan, bahwa tanpa bantuan semua pihak, pembangunan infrastrukr yang menjadi prioritas untuk pelayanan terhadap masyarakat dinilai akan berkendala kedepannya.

“Seperti kita ketahui bersama, sepanjang Pandemi Covid-19 ini kita Refocusing (memusatkan kembali) dana sehingga pendapatan Pemerintah Palembang menurun sangat drastis,” ujarnya.

Harnojoyo juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak PTBA dan berharap hal tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya, baik Swasta, BUMN ataupun BUMD untuk dapat memberikan koordinasi kepada Pemerintah kota Palembang.

“Karena kami tahu apa yang menjadi prioritas yang akan kita bangun. Mudah-mudahan ini kita gabung sehingga  yang menjadi prioritas terkait infrastruktur ini akan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, selama pandemic Covid 19, Pemkot Palembang terjadi recofusing seluruh anggaran untuk penanganan Covid-19.

Recofusing anggaran ini, menyebabkan perbaikan jalan di Palembang sangat minim.

“Dari 50 paket jalan yang sudah dilakukan kontrak pun belum tentu bisa dilakukan,”kata Bastari.

Meski begitu jalan prioritas jalan yang padat kendaraan dilalui angkutan barang dan orang tetap dilakukan perbaikan.

“Sebenarnya masih harus dilakukan. Terutama jalan yang banyak dilalui barang dan orang seperti Jalan HBR Motik juga Sukabangun 2,” ungkapnya.

Pemkot Palembang, katanya telah menganggarakan sebesar Rp 120 m untuk perbaikan jalan di kota, hanya saja selama pandemic semua anggaran dialihkan untuk penangan Covid 19.

“Maka seluruh anggaran dinol rupiahkan. Kita juga ada bayar pokok hutang tahun kemarin, jadi bingung menentukan anggaran,” ungkapnya lagi.

Bastari mengatakan, karena perbaikan jalan ini menyesuaikan anggaran, ada ruas jalan APBD kota yang ditunda. Untuk menghindari penundaan, maka porsi perbaikannya dialihkan ke pusat dan provinsi.

“Perbaikan yang dialihkan ke pemeribtah provinsi Jalan Sukabangun 2, Jalan Keramasan kita minta dengan pusat,” katanya.

Sementara itu, dari APBD Kota Palembang yang sudah kontrak Jalan Mataram dan di Ilir Barat Satu.

Menurutnya, tahun ini ada 50 paket jalan meskipun sudah dilakukan kontrak tapi bisa tidak dilaksanakan.

“Sekarang ini ada aturan baru, jalan yang sudah kontrak bisa dibatalkan karena kondisi Corona walaupun sudah kontrak,” katanya.

Sementara itu, dalam waktu dekat perbaikan jalan akan dilakukan atas bantuan PTBA senilai Rp2,3 miliar untuk Jalan POM IX, Jalan Riau dan Jalan Bangka. Sementara berdasarkan pantauan, ruas jalan seperti di sekitar POM IX dalam kondisi baik.

Menurut Walikota Palembang Harnojoyo jalan tersebut ramai dilalui sehingga harus diperbaiki. Terutama di tengah Covid ini, pengerjaan infrastruktur sangat terbantu jika ada perusahaan yang ikut berkontribusi.

“Jalan ini banyak dilalui orang, seperti Jalan Riau menuju Bukit dan Jalan POM IX ke Sumpah Pemuda,” katanya