Warga Kota Palembang dihebohkan dengan beredarnya info berantai yang tersebar di media sosial grup WhatsApp (WA) terkait instruksi Walikota Palembang yang akan melakukan penilangan terhadap warga tidak bermasker.

Dalam info tersebut disebutkan, bahwa penilangan akan diberlakukan mulai 17 Juli 2020 sampai 9 Agustus 2020. Adapun besaran denda bagi warga yang tidak mengenakan masker sebesar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu.

Sekretaris Kota Palembang, Ratu Dewa menegaskan bahwa info tersebut adalah hoaks alias tidak benar. Dikarenakan Walikota Palembang H. Harnojoyo tidak pernah mengeluarkan instruksi yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat tersebut.

Dewa meminta warga Kota Palembang untuk tidak gampang percaya atas maraknya info yang beredar di media sosial. Khususnya mengenai kebijakan Pemkot Palembang terkait pandemi Covid-19 ini.

“Setiap kebijakan Walikota Palembang terkait pandemi Covid-19 terlebih dahulu disosialisasikan ke masyarakat sebelum dilakukan penerapan sanksi,” tegasnya.

Organisatoris sejati yang gemar olahraga bulutangkis ini bersyukur meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang ke tahap ketiga, dia melihat sebagian masyarakat sudah menyadari pentingnya protokol kesehatan.

Dewa menjelaskan lebih lanjut, dalam Perwali No 15 yang diubah menjadi Perwali No 17 tahun 2020 lebih menekankan pada edukasi protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 menuju era new normal.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk terus patuh protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir. Masyarakat wajib mengenakan masker jika keluar rumah dan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, tetap menjaga jarak (social distancing) dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitaizer,” imbuhnya