Pemerintah Kota Palembang melakukan kunjungan kerja  ke Kabupaten Banyuwangi, Rabu (3/10/2019).

Ikut mendampingi camat se-Kota Palembang, kehadiran rombongan Pemerintah Kota Palembang diterima langsung Staf Ahli Bupati Bayuwangi, Dwiyanto beserta jajaran.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung Asisten III Pemkot Palembang Shinta Raharja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat se Kota Palembang.

Kepala  Bappedalitbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, ada beberapa hal yang ingin dipelajari dari kunjungan tersebut. Seperti masalah pengentasan kemiskinan, E-Goverment serta pelayanan publik.

“Tujuan kami datang kesini marena mendapatkan info dan data data mengenai kesuksesan Kabupaten Banyuwangi dalam berinovasi untuk penanganan pengentasan kemiskinan, pelayan publik dengan Smart Kampungnya,” ungkap Harrey Hadi

Harrey mengakui Banyuwangi dengan inovasinya, yang mana semuanya membutuhkan kepastian melalui penggunaan informasi teknologi (IT) untuk mendekatkan dan memperpendek jarak dalam melaksanakan tugas disegala sektor. Bisa di pemerintahan seperti di OPD OPD serta pada pelayanan masyarakat

“Tentu saja harus disesuaikan dengan keadaan Kota Palembang juga,” terangnya.

Sementara itu Staff Bupati Banyuwangi, Dwiyanto mengatakan, dibutuhkan komitmen bersama untuk membangun Banyuwangi seperti saat ini. Yang mana melalui komitmen besar ini mampu mengubah image Kabupaten Banyuwangi sebelumnya.

“Dari yang sebutan desa santet menjadi Smart Kampung Desa Internet, ” katanya.

Untuk pengembangan pengentasan kemiskinan, terang Dwi dibutuhkan keakuratan data. Dengan mengclearkan data kemiskinan untuk diteralkan program yang tepat sasaran.

“Jadi data kemiskinan masyarakat itu, tidak diselesaikan dengan hanya program beras raskin saja. Melainkan harus dibedakan kategori miskinnya, misalkan ada data masyarakat miskin, nah dilihat dulu miskinnya karena apa, apa karena tempat tinggal yang tidak layak, ekonomi kurang atau lain sebagainya, ” tuturnya.

Dengan demikian dapat dilihat program program pengentasan kemiskinan apa saja yang dapat dilakukan agar tepat sasaran.

Mengenai teknoligi informasi, Ia menjelaskan Banyuwangi sudah memanfatkan penggunaan teknologi informasi (TI) untuk memangkas waktu hampir disemua pelayanan seperti adanya Anjungan Layanan Mandiri, Mal Pelayanan Publik serta Smart Kampung. Saat ini sudah terpasang 1400 Wifi dan Fiber Optik yang tersebar di 189 desa.

“Disaat yang lain menolak untuk kemajuan melalui teknologi informasi ini, disitu Banyuwangi menangkap peluang itu meskipun hanya kabupaten tapi kita inginkan berbasis teknologi, ” katanya.

Menurutnya, agar pelayanan publik dapat sampai kepada masyarakat, pihaknya tidak serta merta menerima keluhan dari pegawai yang kekurangan tenaga kerja. Tetapi mencari solusi bagaimana semua pelayanan itu dapat disampaikan kepada masyarakat terutama masyarakat di pinggiran.

“Solusinya kita menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi itu agar dapat sampai kepada masyarakat yang melek IT, jadi masyarakat desa yang membutuhkan pelayanan publik bisa mendatangi anjungan layanan mandiri. Tapi untuk pelayanan manual tetap kita layani,” tutupnya