Untuk pertama kalinya Kota Palembang terpilih sebagai salah satu Kota Ekonomi Kreatif (KaTa) dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2019. Tidak hanya Kota Palembang saja, ada 9 kabupaten/kota lainnya yang juga mendapatkan plakat senagai Kota Ekonomi Kreatif (KaTa) yakni Kota Surakarta, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Majalengka, Kota Malang, Kota Balikpapan, Kota Semarang, Kota Denpasar, Palembang, Kabupaten Rembang.

Plakat Penghargaan diserahkan langsung Kepala Bekraf Indonesia, Triawan Munaf dalam Festival Bekraf ke-3 yang digelar di Solo, Sabtu (5/10/2019) dan dilanjutkan dengan presentasi ekonomi kreatif dari masing masing kabupaten/kota terpilih.

Selain mempresentasikan keekonomian kreatif dengan kuliner Pempeknya, para penonton juga disuguhkan langsung kuliner Kota Palembang berbahan ikan ini.

Kepala Balitbangda Kota Palembang, Harrey Hadi saat mempresentasikan keekonomian kreatif Kota Palembang mengungkapkan, Kota Palembang menjadi satu satunya kota kreatif yang fokus dengan keekonomian kreatifnya kuliner yakni Pempek yang merupakan makanan khas Kota Palembang. Dibuat dari bahan ikan, kuliner satu bisa dibuat dengan berbagai varian dengan penjualan sudah ke mancanegara

“Kita satu satu kota kreatif yang berani fokus dikuliner. Karena Pempek ini sudah dikenal dan kita ingin agar kuliner ini mendunia,” ungkapnya

Menurutnya, dengan fokus pengembangan keekonomian kreatif melalui kuliner pempek ini, diharapkan dapat menjadi lokomotif di 16 sub sektor ekonomi kreatif di Kota Palembang.

“Kami juga siap bersinergi dengan kota kota kreatif lainnya agar kuliner Pempek kita dapat lebih dikenal dan menjadi penguatan ekosistem kuliner di Kota Palembang.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengatakan, kabupaten/kota sangat perlu melaksanakan pengembangan ekonomi kreatif guna membangun daerah.

Terlebih KaTa Kreatif pada tahun 2020 oleh Bappenas akan dijadikan program prioritas nasional.

“Ini menjadi hal yang sangat positif,” ungkapnya.

Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh Bekraf selama 3 tahun terakhir melalui pendampingan kepada daerah daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan perekonomian daerah.

“Kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah ini menjadikan pendapatan suatu daerah teratur dan menjadi mata rantai yang berguna, ” tuturnya.

Selain itu, Triawan pun mengimbau agar kota kota yang mendapatkan predikat KaTa kreatif untuk sama sama bersinergi satu sama lainnya.

“Pesan saya jangan sendiri sendiri tapi berkolaborasilah. Misalnya seni pertujukan digital Surakarta berkolaborasi dengan ekonomi kreatif Kota Malang dan lainnya. Dengan demikian maka indahlah ekonomi kita,” tutupnya.