Badan Informasi Geospasial (BIG) memberikan laporan pembuatan unsur peta dasar skala 1:5000 untuk Kota Palembang, Rabu (9/10/2019)siang, di ruang rapat C1-3 Pusat PPKS Lantai 1 gedung C BIG.

Peta dasar skala 1:5000 yang telah dilakukan MOU pada April 2019 lalu, nyaris rampung dan akan menjadi modal dasar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melakukan Rencana Detail Data Ruangan (RDTR) Kota Palembang one map policy,yang akan dapat digunakan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memudahkan pemetaan dalam perencanaan pekerjaan masing masing OPD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kota Palembang H.Ahmad Bastari Yusak mengatakan,peta rupa Bumi Indonesia saat ini menjadi hal yang strategis, karena saat ini secara nasional sedang berjalan percepatan kebijakan satu peta, yang diinisiasi oleh Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta Pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.

“Awal Desember nanti peta dasar 1:5000 dari BIG untuk Palembang rampung 100 persen, hanya menunggu tahap akhir, penyelarasannya saja,” kata Bastari.

Peta dasar 1:5000 yang mengunakan sumber data Citra satelit resulusi tinggi ini, katanya akan banyak memberikan manfaat untuk kota tertua di Indonesia, selain bisa digunakan seluruh OPD nantinya, Peta dasar inilah yang akan menjadi acuan Rencana Detail Data Ruangan (RDTR) suatu daerah sebagai data base yang akan digunakan nantinya.

“Kita nanti hanya tinggal memodifikasinya saja untuk pengembangannya, dari peta dasar ini sangat tergambar jelas dengan detail perumahan yang ada,” tegasnya.

Bastari mencontohkan, jika peta dasar ini digunakan untuk mendata warga yang kurang mampu untuk mendapat bantuan, dinas terkait bisa mengunakannya dengan melakukan pendataan yang sangat akurat melalui peta dasar ini untuk sasaran warga yang berhak menerimanya.

“Semisal juga kita akan melakukan data pembangunan zona ruang suatu wilayah, melalui peta kita bisa langsung melihat kawasan yang kita inginkan tersebut,seluruh tema tersebut disajikan secara seamless dalam geoportal kebijakan satu peta,” katanya.

Nah, kedepan Pemkot Palembang akan kembali akan menyusun peta dasar dengan skala yang lebih detail lagi untuk Kota Palembang, yakni peta dasar 1:1000 yang kedepannya akan kembali dikoordinasikan dengan BIG.

“Tahap awal ini kita akan memanfaatkan lebih terdahulu peta dasar 1:5000 ini, tahun 2020 akan mulai actionnya dan setiap OPD wajib menyiapkan SDM nya, untuk kepentingan OPD itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Pusat Promosi dan Kerja Sama BIG Wiwin Ambarwulan mengatakan, peta dasar tersebut secara detail dilakukan penyusunan selama enam bulan lamanya.

Dari peta dasar ini tergambar jelas setiap jengkal Kota Palembang mulai dari alur sungai, batas wilayah hingga kebutuhaan lainnya yang bisa digunakan nantinya melalui peta dasar ini untuk melihat Palembang secara keseluruhan.

“ Ini akan sangat bermanfaat sekali sebagai bahan pertimbangan pengumpulan data dan Informasi penyusunan RDTR suatu daerah,” jelasnya.
Untuk pembuatan peta dasar 1: 5000 ini, pembuatan peta rupa bumi indonesia diselengarakan oleh BIG, tetapi didalam implementasinya BIG keterbatasan anggaran.

“Untuk itulah kita melakukan kerja sama dengan tiap daerah,” jelasnya