Target Pemerintah Kota Palembang akhir tahun ini pembangunan sebanyak 19 titik Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) terpadu di setiap kecamatan segera terwujud. 

Hal ini guna menanggulangi volume sampah di Palembang yang setiap harinya mencapai 1.400 ton.

"Sebelumnya kita merencanakan bangun 21 TPS terpadu tapi yang dua titik lagi belum bisa kita bangun. Jadi kita bangun di 19 titik dulu untuk memulai 2019," kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, di acara kunjungan ke TPS terpadu di Kecamatan Sako dan Kecamatang Sematang Borang, Jumat (11/10).

Fitri memastikan, akhir Desember 2019 TPS terpadu akan rampung sehingga masyarakat tidak susah lagi membuang sampah.

"TPS terpadu ini bukan hanya tempat pembuangan sampah saja, namun juga untuk mengelola sampah," ujar Fitrianti. 

Di TPS terpadu, sampah akan dihancurkan dan diolah kembali guna mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

"Jadi sampah organik akan dijadikan pupuk, kompos. Untuk sampah non organik akan dicacah sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomis, dan sementara sampah B3 akan kita kembalikan kepada produsennya," Fitrianti menjelaskan. 

Sementara itu, Camat Sematang Borang, Muhammad Irwan, menuturkan, saat ini pembangunan TPS terpadu telah 85 persen hampir rampung. Dan peralatan mesin cacah sudah tersedia.

"Pengelola sampahnya ada dari warga. Jadi nanti mereka akan belajar bagaimana mengoperasi mesin cacah tersebut," kata Irwan.

Ia menyebutkan, sampah yang dihasilkan di TPS terpadu Kecamatan Sematang Borang bisa mencapai 5-7 ton per hari. 

"5-7 ton sampah itu dihasilkan dari empat kelurahan di Kecamatan Sematang Borang," kata Irwan.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menggencarkan sosialisasi TPS terpadu kepada masyarakat. 

"Sebelumnya kita sudah sosialisasi ke RT dan RW."