Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengajak mahasiswa berpartisipasi mengatasi sampah. Hal ini disampaiakn saat menghadiri dialog tata kelola sampah, di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju, Selasa (3/12).

“Dialog kita hari ini, bagaimana cara mengedukasi para komunitas muda di kalangan mahasiswa, seperti apa menjaga kebersihan," ujar Fitrianti.

“Pemkot Palembang konsentrasi dalam mengatasi persampahan. Antara lain, dengan program gotong royong yang diadakan setiap hari minggu serentak di kecamatan dan kelurahan. Gotong royong itu melibatkan pejabat pemerintah, relawan kebersihan, ormas dan masyarakat”.

Fitrianti juga menjelaskan kepada mahasiswa bahwa dengan program gotong royong pemerintah bisa menghemat hingga Rp24 miliar per tahun. Sehingga anggaran tersebut dapat dioptimalkan dengan kebutuhan lainnya.

Program lainnya yakni tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang ada di 18 titik kecamatan.

"Untuk TPST ini sudah berjalan. Sampah dikelola, dicacah dan ada juga yang dimanfaatkan kembali  agar memiliki nilai ekonomi tinggi. Contohnya Bank sampah yang sudah berjalan di Kalidoni, alhamdulillah jadi percontohan,” Fitrianti menerangkan.

Ia berharap persoalan sampah ini juga menjadi perhatian mahasiswa dengan turut andil serta mengedukasi masyarkaat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Mari kita bahu membahu untuk menjaga kebersihan, walaupun tidak ikut gotong royong atau membersihkan, jangan mengotori itu saja sudah cukup,” ujar Fitrianti