Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengembangkan dan melakukan pembenahan angkutan massal di perkotaan, kembali berbuah manis.

Dipastikan, Kota Palembang akan menjadi pilot project dan menjadi satu dari lima kota, program percontohan untuk program Buy The Service, yakni Kota Palembang, Medan, Surakarta, D.I Yogyakarta dan Denpasar yang langsung mendapat bantuan Bus Rapid Transit (BRT), termasuk Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Lampung, Kota Pekanbaru akan mendapat bantuan yang sama.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi mengatakan, Kemenhub akan memberikan bantuan kepada program pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dengan skema pembelian layanan.

“ Ini bantuan yang dicanangkan pada rapat koordinasi Urban Transport yang dilaksanakan pada Februari 2019 di KemenkoMaritim. Urgensitas pembenahan transportasi merupakan hal yang mendorong terlaksananya pilot project ini, sehingga intervensi pemerintah pusat harus dilakukan,” tegasnya, Jumat (6/12/2019) di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat.

Lima kota yang menjadi Pilot Project ini ditempat yang sama melakukan penandatangan nota kesepahaman program Buy The Service (BTS) dan BRT oleh kepala daerah, kesepakatan kerja sama itu ditandatangani oleh Kemenhub dan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) soal implementasi proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesai (SUTRINAMA) dan komponen Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS).

“Sebenarnya, kerja sama internasional itu sudah dilakukan sejak 2017,” ungkap Budi.

Dijelaskan, Budi, setelah melakukan rapat koordinasi, kunjungan lapangan serta memperhatikan komitmen daerah, maka terpilihlah lima kota, salah satunya yakni Kota Palembang.

“Hibah ini untuk digunakan menerapkan BRT dengan skema beli layanan atau buy the service yang akan beroperasi pada 2022, program ini adalah menyertai skema yang kita buat untuk lima kota besar yang buy the service , sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum,” kata Budi.

Budi menyatakan Kelima kota yang dipilih menerima dana hibah tersebut merupakan hasil seleksi yang diusulkan menjadi pilot project atau proyek percontohan program buy the service.

“Sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum, kita komitmen dan konsisten, mengurangi kendaraan pribadi, kedua menyangkut kualitas udara efek rumah kaca,” paparnya.

Dia menerangkan saat ini komitmen Indonesia dan dunia mendorong perbaikan kualitas angkutan umum untuk mengurangi gas rumah kaca.

Ditempat yang sama, Direktur Angkutan Jalan Perhubungan Darat, Kemenhub, Ahmad Yani menambahkan terpilihnya lima kota ini sudah merupakan hasil dari perjalanan kerja sama ini sejak 2017.

“ Langkah selanjutnya, penyiapan kajian detail engineering design, kajian kebijakan dan yang kedua adalah fisik, kalau perlu jalur khusus, pemerintah daerah dan kita akan bangun jalur khusus, ada fisiknya juga,” katanya.

Sementara itu, Walikota Palembang H.Harnojoyo berkomitmen untuk mewujudkan program nasional tersebut, terlebih Kota Palembang menjadi satu dari lima kota yang ditunjuk secara langsung Kemenhub.

“Kita siap mewujudkan angkutan transportasi massal pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dengan skema pembelian layanan,” tegasnya.

Harno menjelaskan, kerja sama yang sudah dimulai sejak tahun 2017 itu, kini terus digalakan dan dikembangkan untuk memberikan pelayanan yang prima dalam kenyamanan angkutan perkotaan di kota tertua di Indonesia ini.

“Kita terus memberikan layanan transportasi yang sangat memedai,mulai dari layanan angkutan moda transportasi massal BRT Transmusi yang langsung terkoneksi dengan moda angkutan sungai, kini juga mulai dikembangkan akan langsung terkoneksi dengan LRT,” tegasnya.